Just another free Blogger theme

Powered by Blogger.

Blog Archive ma.abudarrin

ruang tanya jawab

Popular Posts

fb Ma Abu Darrin Bojonegoro

Pages

Labels

Social Icons

Followers

Blog Archive

Featured Posts

Showing posts with label amalan. Show all posts
Showing posts with label amalan. Show all posts

March 29, 2021

Perihal Membaca Surat Yasin 
Pada Malam Nishfu Sya’ban

Dikutip dari Kitab SYAHRU SYA’BAAN MAA DZAA FIIH?, karya Sayyid Dr. Muhammad bin Alawi Al Maaliki, halaman 23 :

قِرَاءَةُ يس لِقَضَاءِ الْحَوَائِجِ قِرَاءَةُ يس بِنِيَّةِ طَلَبِ الْخَيْرِ الدُّنْيَوِيِّ وَالْأُخْرَوِيِّ أَوْ قَرِاءَةُ الْقُرْآنِ كُلِّهِ لِذَلِكَ لَا حَرَجَ فِيْهِ وَلَيْسَ بِمَمْنُوْعٍ .

وَقَدِ ادَّعَى بَعْضُهُمْ أَنَّ ذَلِكَ حَرَامٌ أَوْ مَمْنُوْعٌ أَوْ بِدْعَةٌ سَيِّئَةٌ إِلَى آخِرِ الْقَائِمَةِ الْمَعْرُوْفَةِ الْمَشْهُوْرَةِ فِيْ هَذَا الْبَابِ وَالَّتِيْ نَسْمَعُهَا مُطْلَقَةً فِيْ كُلِّ مُسْتَحْدَثٍ جَدِيْدٍ دُوْنَ شَرْطٍ أَوِ احْتِرَازٍ أَوْ تَقْيِيْدٍ ، وَهَذَا نَصُّ كَلَامِهِمْ : مَا يَفْعَلُهُ عَامَّةُ النَّاسِ مِنْ قِرَاءَةِ سُوْرَةِ يس ثَلَاثَ مَرَّاتٍ : مَرَّةٌ بِنِيَّةِ طُوْلِ الْعُمُرِ مَعَ التَّوْفِيْقِ لِلطَّاعَةِ ، اَلثَّانِيَةُ بِنِيَّةِ الْعِصْمَةِ مِنَ الْآفَاتِ وَالْعَاهَاتِ وَنِيَّةِ سَعَةِ الرِّزْقِ ، اَلثَّالِثَةُ لِغِنَى الْقَلْبِ وَحُسْنِ الْخَاتِمَةِ ، وَالصَّلَاةُ الَّتِيْ يُصَلُّوْنَـهَا بَيْنَ الدُّعَاءِ ، وَالصَّلَاةُ بِنِيَّةٍ خَاصَّةٍ لِقَضَاءِ حَاجَةٍ مُعَيَّنَةٍ ، كُلُّ ذَلِكَ بَاطِلٌ لَا أَصْلَ لَهُ وَلَا تَصِحُّ الصَّلَاةُ إِلَّا بِنِيَّةٍ خَالِصَـةٍ للهِ تَعَالَى لَا لِأَجْلِ غَرَضٍ مِنَ الْأَغْرَاضِ ، قَالَ تَعَالَى : ﴿ وَمَا أُمِرُوْا إِلَّا لِيَعْبُدُوا اللهَ مُخْلِصِيْنَ لَهُ الدِّيْنَ ﴾ سورة البينة ، آية 5 . هَذَا كَلَامُ الْمُنْكِرِيْنَ .

أَقُوْلُ : إِنَّ هَذِهِ الدَّعْوَى هِيَ بِنَفْسِهَا بَاطِلَةٌ لِأَنَّـهَا مَبْنِيَّةٌ عَلَى قَوْلٍ لَا دَلِيْلَ عَلَيْهِ ، وَفِيْهِ تَحَكُّمٌ وَتَحْجِيْرٌ لِفَضْلِ اللهِ وَرَحْمَتِهِ . وَالْحَقُّ أَنَّهُ لَا مَانِعَ أَبَدًا مِنِ اسْتِعْمَالِ الْقُرْآنِ وَالْأَذْكَارِ وَالْأَدْعِيَةِ لِلْأَغْرَاضِ الدُّنْيَوِيَّةِ وَالْمَطَالِبِ الشَّخْصِيَّةِ وَالْحَاجَاتِ وَالْغَايَاتِ وَالْمَقَاصِدِ بَعْدَ إِخْلَاصِ النِّيَّةِ للهِ فِيْ ذَلِكَ ، فَالشَّرْطُ هُوَ إِخْلَاصُ النِّيَّةِ فِي الْعَمَلِ للهِ تَعَالَى . وَهَذَا مَطْلُوْبٌ فِيْ كُلِّ شَيْئٍ مِنْ صَلَاةٍ وَزَكَاةٍ وَحَجٍّ وَجِهَادٍ وَدُعَاءٍ وَقِرَاءَةِ قُرْآنٍ ، فَلَا بُدَّ فِيْ صِحَّةِ الْعَمَلِ مِنْ إِخْلَاصِ النِّيَّةِ للهِ تَعَالَى ، وَهُوَ مَطْلُوْبٌ لَا خِلَافَ فِيْهِ بَلْ إِنَّ الْعَمَلَ إِذَا لَمْ يَكُنْ خَالِصًا للهِ تَعَالَى فَإِنَّهُ مَرْدُوْدٌ ، قَالَ تَعَالَى : ﴿ وَمَا أُمِرُوْا إِلَّا لِيَعْبُدُوا اللهَ مُخْلِصِيْنَ لَهُ الدِّيْنَ ﴾ ، لَكِنْ لَا مَانِعَ مِنْ أَنْ يُضِيْفَ الْإِنْسَانُ إِلَى عَمَلِهِ مَعَ إِخْلَاصِهِ مَطَالِبَهُ وَحَاجَاتِهِ الدِّيْنِيَّةَ وَالدُّنْيَوِيَّةَ ، اَلْحِسِّيَّةَ وَالْمَعْنَوِيَّةَ ، اَلظَّاهِرَةَ وَالْبَاطِنَةَ .

وَمَنْ قَرَأَ سُوْرَةَ يس أَوْ غَيْرَهَا مِنَ الْقُرْآنِ للهِ تَعَالَى طَالِبًا اَلْبَرَكَةِ فِي الْعُمُرِ وَالْبَرَكَةَ فِي الْمَالِ وَالْبَرَكَةَ فِي الصِّحَّةِ فَإِنَّهُ لَا حَرَجَ عَلَيْهِ . وَقَدْ سَلَكَ سَبِيْلَ الْخَيْرِ ( بِشَرْطِ أَنْ لَا يَعْتَقِدَ مَشْرُوْعِيَّةَ ذَلِكَ بِخُصُوْصِهِ ) فَلْيَقْرَأْ يس ثَلَاثًا أَوْ ثَلَاثِيْنَ مَرَّةً أَوْ ثَلَاثَمِائَةِ مَرَّةٍ ، بَلْ لِيَقْرَأْ الْقُرْآنَ كُلَّهُ للهِ تَعَالَى خَالِصًا لَهُ مَعَ طَلَبِ قَضَاءِ حَوَائِجِهِ وَتَحْقِيْقِ مَطَالِبِهِ وَتَفْرِيْجِ هَمِّهِ وَكَشْفِ كَرْبِهِ وَشِفَاءِ مَرَضِهِ وَقَضَاءِ دَيْنِهِ ، فَمَا الْحَرَجُ فِيْ ذَلِكَ ؟ وَاللهُ يُحِبُّ مِنَ العَبْدِ أَنْ يَسْأَلَهُ كُلَّ شَيْئٍ حَتَّى مِلْحَ الطَّعَامِ وَإِصْلَاحَ شَسْعِ نَعْلِهِ وَكَوْنُهُ يُقَدَّمُ بَيْنَ يَدَيْ ذَلِكَ سُوْرَةُ يس أَوِ الصَّلَاةُ عَلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَا هُوَ إِلَّا مِنْ بَابِ التَّوَسُّلِ بِالْأَعْمَالِ الصَّالِحَةِ وَبِالْقُرْآنِ الْكَرِيْمِ وَذَلِكَ مُتَّفَقٌ عَلَى مَشْرُوْعِيَّتِهِ

Membaca Yasin untuk Memenuhi Kebutuhan Membaca Yasin dengan niat mencari kebaikan duniawi dan ukhrawi atau membaca Alqur’an seluruhnya untuk tujuan tersebut, tidak ada masalah dan juga tidak dilarang. 

Tetapi sungguh sebagian kelompok mengklaim bahwa hal tersebut haram, dilarang, bid’ah sayyi’ah dan berbagai macam klaim klaim yang sudah biasa dikenal terkait masalah ini. Kita mendengar bahwa klaim klaim tersebut terlontar secara mutlak dalam segala hal yang baru tanpa ada syarat, atau pengecualian atau pun catatan (qoyyid)

Dibawah Ini teks ungkapan klaim (tuduhan) mereka :

Apa yang dilakukan mayoritas orang yang berupa membaca Yasin tiga kali; pertama dengan niat panjang umur dan mendapat taufiq menjalankan ketaatan, kedua dengan niat terjaga dari bencana dan penyakit serta niat rizki yang luas, ketiga dengan niat kaya hati dan husnul khatimah. Lalu shalat yang mereka lakukan antara do’a dan shalat dengan niat khusus untuk mendapatkan kebutuhan tertentu, semua ini adalah batal tidak berdalil karena tidak sah menjalankan shalat kecuali dengan niat tulus karena Allah Ta'ala dan bukan karena tujuan tujuan tertentu, Allah Ta'ala Berfirman : Dan mereka tidak diperintahkan kecuali agar mereka menyembah Allah Ta'ala seraya memurnikan agama untukNya). Inilah ungkapan orang-orang yang ingkar

Aku (Abuya) menegaskan :

Justru tuduhan inilah yang bathil karena bersandar pada ungkapan yang tidak berdalil. Ini adalah keputusan sepihak dan pembatasan anugerah dan rahmat Allah. Yang benar adalah selamanya tidak ada larangan menggunakan Alqur’an, dzikir-dzikir dan do’a-do’a untuk tujuan-tujuan duniawi dan kebutuhan-kebutuhan, pribadi selama dalam semua itu didasari niat yang ikhlas karena Allah. Jadi syaratnya adalah mengikhlashkan niat dalam beramal karena Allah. Inilah hal yang dituntut dalam segala aktivitas shalat, zakat, haji, jihad, do’a dan membaca Alqur’an. Karena itu tidak ada pilihan kecuali menghadirkan ikhlas dalam beramal. Inilah yang dituntut, tidak ada khilaf di dalamnya dan bahkan seluruh amal jika tidak ikhlash karena Allah maka amal itu ditolak, Allah berfirman: Dan mereka tidak diperintahkan kecuali agar mereka menyembah Allah seraya memurnikan agama untukNya.

Kendati begitu tidak ada larangan untuk menyandarkan dan menyertakan berbagai kebutuhan dan tujuan diniyyah dan duniawi, fisik (hisiyyah) maupun non fisik (maknawiyyah) atau dhahir dan maupun bathin dalam setiap amal yang ikhlash karena Allah Ta'ala . 

Karena itulah barang siapa membaca Yasin atau surat lain Alqur’an karena Allah seraya mencari berkah dalam umur, berkah dalam harta dan berkah dalam kesehatan maka tidak ada dosa baginya, dan ia termasuk telah menempuh jalan kebaikan (dengan syarat tidak meyakini bahwa secara khusus hal tersebut memang disyariatkan). Silahkan ia membaca Yasin 3 kali, tiga puluh kali, atau tiga ratus kali, Bahkan silahkan ia membaca seluruh Alqur’an murni karena Allah beserta harapan terpenuhinya kebutuhan-kebutuhannya dan mendapatkan segala keinginannya, dihilangkan kesusahannya, kesembuhan penyakitnya dan terlunasi hutangnya, apa dosa dalam semua itu? sementara Allah suka jika seorang hamba memohon kepadaNya dalam segala sesuatu hingga garam untuk makanan dan membenarkan tali sandalnya.

Dalam semua itu, seseorang mendahulukan membaca Yasin atau shalawat tiada lain termasuk bab tawassul dengan amal-amal shaleh dan dengan Alqur’an di mana hal ini disepakati sebagai sesuatu yang disyariatkan.

#Wallahu A'lam.
SURAT ALWAQI'AH 
untuk Menjaga dari Kemiskinan
Dari Abu Fathimah. Sesungguhnya Utsman bin Affan ra menjenguk Abdullah bin Mas’ud yang sedang sakit. Utsman ra bertanya, ”Apa yang engkau keluhkan?” Ibnu Mas’ud menjawab, ”Dosa-dosaku” Utsman bertanya, ”Apa yang engkau inginkan?” Ibnu Mas’ud menjawab: ”Rahmat Tuhanku”. ”Apakah aku memanggil dokter untukum?” tanya Utsman. Ibnu Mas’ud menjawab: ”Dokter itulah yang membuatku sakit” Utsman bertanya, ”Maukah kamu jika aku memberikan perintah agar kamu mendapatkan pemberian?” Ibnu Mas’ud menjawab: ”Apa yang sebelum hari ini anda cegah dariku maka aku tidak membutuhkannya lagi”. ”Kamu bisa meninggalkannya untuk keluargamu” kejar Utsman. Ibnu Mas’ud berkata: Sesungguhnya saya telah mengajarkan kepada mereka sesuatu yang jika mereka membacanya maka selamanya mereka tidak akan tertimpa kemiskinan. Aku mendengar Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda:

مَنْ قَرَأَ الْوَاقِعَةَ كُلَّ لَيْلَةٍ لَمْ يَفْتَـقِرْ

Barang siapa membaca al Waqi’ah setiap malam maka ia tidak akan pernah miskin. (HR Baihaqi)

Dari Abdullah bin Mas’ud ra. Ia berkata: Aku mendengar Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda:

مَنْ قَرَأَ سُوْرَةَ الْوَاقِعَةِ فِى كُلَّ لَيْلَةٍ لَمْ تُصِبْهُ فَاقَةٌ

Barang siapa membaca surat al Waqi’ah dalam setiap malam maka ia tidak akan terkena kemiskinan.(Diriwayatkan oleh Imam Baihaqi dengan sanad dha’if, tetapi bisa diamalkan dalam al Fadha’il)

Riwayat lain yang juga bersumber dari Ibnu Mas’ud ra:

مَنْ قَرَأَ فِى كُلِّ لَيْلَةٍ (( إِذَا وَقَعَتِ الْوَاقِعَةُ )) لَمْ تُصِبْهُ فَاقَةٌ أَبَدًا

Barang siapa membaca ”Idzaa Waqa’atil Waaqi’ah” setiap malam maka ia tidak akan tertimpa kemiskinan selamanya”(HR Baihaqi. Semua hadits-hadits diriwayatkan Imam Baihaqi dalam As Syu’ab)

Wallahu A'lam
Kitab Madza Fi sya'ban